Yesung Chibi Fanfiction

image

Tittle        : Sung-ie sayang Chullie hyung dan Siwon-ie hyung.

Cast        : Kim Heechul as old Hyung, Siwon as Second Hyung Yesung as Dongsaeng.

Warning   : Typo(s) ooc Tulisan berantakan karena lagi-lagi ngetiknya di Hp.

Sumary    : Yesung kecil yang masih berusia 5tahun haus akan kasih sayang karena orang tua nya yang sudah meninggal, yesung memiliki dua orang hyung yang sangat disayangi olehnya tapi kedua hyungnya itu terlalu sibuk dengan dunia mereka masing-masing.

Genre        : Family, Brothership.

OneShoot

Enjoy

kitik kitik kitik
Yesung kecil masuk kedalam kamar heechul hyungnya yang masih bergulung dengan selimut sembari mengendap-endap. perlahan naik keatas tempat tidur yang liumayan tingginya itu dan menarik selimut sang hyung kasar karena pagi ini heechul harus membantunya mengejakan tugas dari sekolah yang sama sekali belum dikerjakannya. Bukan karena bodoh hanya saja yesung ingin seperti teman-temannya yang lain mengerjakan tugas bersama orang tua mereka, namun karena tak memiliki orang tua tentu saja yesung memilih untuk meminta hyungnya untuk membantunya mengerjakan tugas.

srettt
” Chullie hyung! bangun..sung-ie belum mengerjakan tugas dari seonsaenim” Yesung menendang-nendang kaki sang hyung yang tetap asik dengan mimpi indahnya ” Hyung-ie..jebbal bangu…n”

Heechul menggeliat malas dan membuka matanya lalu tersenyum meihat dongsaeng kecilnya yang berdiri diatas tempat tidur sembari memeluk buku tugasnya dan berpouty seraya menggembungkan pipinya kesal ” Hyung tidak mau bangun kalau kau membangunkan hyung seperti itu” balas heechul pura-pura kesal dan melanjutkan lagi tidurnya yang sempat terganggu oleh dongsaeng kecilnya itu.

Yesung kecil menaikkan alisnya sebelah ” Ya!! jangan tidur lagi Hyung-ie..jadi bagaimana cara yang benar??”

Lagi-lagi heechul tersenyum dan mencubit pipi yesung yang sedikit gempal itu karena gemas ” popo!!” pinta heechul menunjuk pipinya.

“ah aniya..hyung-ie bau belum sikat gigi”

” Kalau begitu ya sudah hyung tidur lagi!!” Heechul menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.

” ck” decak yesung kesal ” Hyung menyebalkan” Yesung mengambil guling dan memukul-mukulkannya ke gulungan yang berada heechul didalamnya.

Heechul sama sekali tak perduli malah tertawa didalam gulungan selimut tersebut, dia tau kalau dongsaeng kecilnya itu sedang kesal dan heechul memang suka menggoda dongsaeng kecilnya yang menggemaskan itu.

” huh..aku minta tolong siwon hyung saja!!” kesal yesung lalu beranjak dari tempat tidur heechul keluar dari kamar hyungnya dengan berlari kecil menuju kamar hyungnya yang satu lagi.

Heechul terkikik geli karena sudah berhasil membuat kesal dongsaeng ciliknya tersebut lalu beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

:::::::

ceklek
” Siwon-ie hyung” Tegur yesung pada siwon yang sedang berkutat dengan buku tebalnya, menghampiri sang hyung dan menyodorkan buku tugasnya pada siwon ” hyung harus membantu sung-ie mengerjakan tugas ini!” tegas yesung.

Siwon mengalihkan perhatiannya sebentar dari buku tebalnya dan mengacak rambut dongsaengnya penuh sayang ” kerjakan sendiri ne chagi..hyung hari ini ada ujian. atau minta bantuan chuliie hyung saja arra!!”

Yesung berpouty dan melipat tangannya didada. menarik bukunya paksa dan memandang hyungnya dengan tatapan horor yang tak ada seram-seramnya sama sekali malah membuat siwon tergelak karena ekspresi dongsaengnya itu sangat menggemaskan ” Hyung juga menyebalkan!!” balas yesung yang wajahnya mulai memerah dan matanya mulai berkaca-kaca ” tidak ada yang sayang sung-ie hiks”
brakk
yesung keluar dari kamar siwon menggebrak dan membanting pintu paksa, siwon hanya menggeleng menanggapi sikap keras dan manja dongsaeng kecilnya terdebut.

Di Ruang Makan..

Yesung hanya diam tanpa menegur dua hyungnya yang tengah asik menikmati sarapan mereka bersama, Yesung masih terlalu kesal pada kedua hyungnya yang menurutnya sudah tak menyayanginya lagi.

Setelah menyelesaikan sarapannya yesung turun dari tempatnya duduk dan mencium pipi kedua hyungnya satu persatu tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali.

Heechul dan siwon saling pandang menanggapi sikap aneh dongsaeng kecil mereka tersebut, yesung yang biasanya manja dan ceria kini berubah menjadi yesung yang pendiam.

” Sung-ie berangkat dengan Bibi Han ne chagi!!” ujar heechul sembari membetulkan dasi kupu-kupu yang bertengger di kerah baju dongsaeng ciliknya itu dan mengalungkan botol minuman ke leher yesung.

Yesung menggeleng ” Sung-ie bersama ryeowook-ie saja. kemarin appanya membelikan ryeowook-ie sepeda baru dan ryeowook-ie berjanji akan menjemput sung-ie hari ini” jawab yesung dengan nada polos khas anak-anaknya.

Siwon yang mendengar celotehan dongsaeng ciliknya itu menghentikan kunyahannya ” Terlalu bahaya jika kalian pergi berdua chagi..kalau nanti dijalan ada apa-apa bagaimana??” tanya siwon mendekatkan dirinya dengan yesung dan heechul.

Mata yesung memerah mendengar ocehan hyung keduanya itu. bukankah itu berarti siwon melarangnya untuk naik sepeda bersama ryeowook, padahal dia sudah senangnya minta ampun akan kesekolah diboncengi oleh ryeowook sahabatnya.

Siwon yang melihat wajah dongsaengnya mulai memerah akhirnya menyerah, dia terlalu menyayangi yesung hingga tak mungkin membiarkan dongsaeng kecilnya ini bersedih ” aish..hyung lihatkan?? aku hanya menasehatinya seperti itu saja dia sudah hampir menangis ” ucap siwon sedikit kesal namun masih terdengar lembut takut menyakiti hati dongsaeng kecilnya.

” Ya sudah sung-ie boleh pergi dengan Ryeowook-ie tapi ingat! Hati-hati dijalan, katakan pada ryeowook-ie jalannya dari pinggir dan jangan ngebut arra!!”

Yesung mengangguk setuju akan ucapan hyung tertuanya tapi air mata sudah terlanjur mengalir ke pipi chubby nya dan heechul langsung menghapusnya lalu mencium pipi dongsaengnya itu sayang.

” Yesung-ie….”

Teriakan seorang namja cilik lainnya terdengar melengking didepan rumah mereka, dialah Ryeowook sahabat yesung yang sudah menunggunya dengan sepeda baru pemberian appa ryeowook.

” Hyung sung-ie berangkat sekolah dulu ne, pay pay”

Yesung berlari menuju pintu rumah dan menghampiri ryeowook yang sudah setia menunggunya ” Ryeowook-ie biar aku saja yang bawa sepeda ryeowook-ie bonceng dibelakang ne!” pinta yesung dan langsung dibalas anggukan semangat oleh ryeoowok.

At Play Group…

Yesung terlihat duduk bermenung dibawah pohon beringin pada saat jam istirahat. Dapat dilihat kotak bekalnya yang masih tertutup menandakan kalau yesung sama sekali belum menyentuh bekalnya sama sekali.

” Yesung-ie kau kenapa??” tanya kyuhyun sahabat yesung.

” iya dari tadi wook-ie perhatikan sung-ie cemberut terus??” sambung ryeowook yang merasa aneh dengan sahabatnya itu.

Yesung menarik sudut bibirnya, tersenyum dipaksakan sepertinya ” Hyungku sudah tak menyayangiku lagi” balas yesung sedih.

Ryeowook dan Kyuhyun saling pandang tak mengerti maksud ucapan yesung.

” Heechul hyung selalu sibuk dengan urusan kantor, Siwon Hyung juga sibuk dengan sekolahnya. Mereka sama sekali tidak ada waktu untuk sung-ie hiks..hiks..” Yesung terisak membuat kedua sahabatnya yang seumuran dengannya ikut bersedih karena sahabat mereka mulai menangis.

” Sung-ie uljjima ne. masih ada wook-ie dan kyun-ie yang selalu menemani sung-ie. jangan bersedih lagi ne hiks” Ryeowook yang menasehati yesung malah ikut terisak.

” ne, kyun-ie akan membagi bekal buatan eoma pada sung-ie kalau sung-ie mau, asalkan sung-ie jangan bersedih.”

” Hiks..tapi sung-ie mau Chullie hyung dan siwon hyung. seperti eoma wook-ie yang mengajarkan wook-ie membuat PR. seperti eoma kyun-ie yang selalu mengantar kyun-ie kesekolah hiks..tapi chullie hyung tidak pernah bisa dan siwon hyung selalu bilang kalau dia juga sekolah jadi sama sekali tidak punya waktu hiks..”

” hei..dasar cengeng”

salah seorang teman mereka yang bertubuh sedikit tambun menegur mereka, namja itu terlihat bersama teman-temannya seperti hendak mengganggu yesung dan sahabatnya.

” Sung-ie sebaiknya kita pergi tidak usah meladeni mereka, kajja wook-ie” ajak kyuhyun pada dua sahabatnya dan dituruti oleh kedua sahabatnya itu.

brakkk

Shindong namja cilik bertubuh tambun mendorong kyuhyun hingga terjengkak membuat siku kyuhyun lecet akibat dorongannya.

Yesung terlihat geram melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu dan balas mendorong Shindong sekuat tenaganya hingga namja cilik bertubuh tambun itu balik terjengkang hingga lututnya mencium gundukan tanah dan berdarah.

” Hue……….” shindong menangis kencang hinggap menarik perhatian para guru yang melintas di tempat mereka berkumpul.

” Yesung-ie apa yang kau lakukan” tegur seonsaenim yesung.

” dia mendorong dong-ie seonsaenim” adu sahabat shindong sambil menunjuk kearah yesung.

Yesung melotot dan hendak membela diri namun tangannya sudah terlebih dulu ditarik oleh sang seonsaenim ke ruang guru.

” Yesung-ie..ini surat untuk wali mu. besok mereka harus datang dan mengetahui kenakalanmu disekolah” tegas sang seonsaenim.

” tapi seonsaenim sung-ie tidak bersalah, shindong yang memulai duluan” bela yesung.

” aku sama sekali tidak perduli, kau sudah melukai temanmu tapi masih mau mengelak” balas sang seonsaenim tanpa perduli akan pembelaan yesung.

” tapi seonsaenim!!” rengek yesung.

” tidak ada tapi-tapian sekarang juga kembali kekelasmu dan bawa ini. besok walimu harus datang kesekolah!”

” ck” yesung mendecak lalu keluar dari ruang guru membawa surat yang harus diberikannya pada hyungnya nanti.

Kyuhyun dan ryeowook yang sudah menunggu yesung memandang sahabat mereka dengan tatapan sedih terlebih kyuhyun yang merasa bersalah karena membela dirinya yesung jadi kena imbasnya.
” Mianhe Yesung-ie” sesal kyuhyun, matanya terlihat berkaca-kaca.

” Kyun-ie tidak salah, sung-ie tidak apa-apa kog..uljjima ne.”

” tapi gara-gara kyun-ie sung-ie jadi dihukum”

” aniya….ini salah sung-ie sendiri. sudah jangan bersedih oke”

” hem, sung-ie memang teman terbaik kyun-ie” kyuhyun memeluk yesung.

“jadi wook-ie bukan teman terbaik kyun-ie..hue….” ryeowook yang tak disebut namanya malah menangis membuat yesung dan kyuhyun tertawa akibat kepolosan sahabat mereka itu.

” Ryeowook-ie juga sahabat terbaik kita kog..kkk”

At Night

Yesung masuk keruang kerja heechul sambil menundukkan kepalanya takut dan mengangsurkan sepucuk surat pemberiang gurunya tadi siang pada heechul.

Heechul menautkan alisnya bingung dan menerima sepucuk surat yang diangsurkan yesung padanya ” Ini apa sung-ie” tanya heechul seraya membuka surat itu.

Yesung tak menjawab dan membiarkan surat itu dibaca oleh hyungnya. Heechul melotot dan menggeleng tak percaya setelah membaca isi surat laknat itu dan memandang yesung dengan tatapan mengintimidasi ” Ini maksudnya apa yesung-ie” ucap heechul dengan nada sedikit tinggi.

Yesung beringsut mundur dua langkah dan sama sekali tak berani memandang hyungnya yang mungkin kini sedang berang karena ulahnya.

” Hyung sudah terlalu banyak masalah dikantor dan ini lagi kau membuat ulah disekolah dan hyung harus menemui gurumu, hyung sedang sibuk dan banyak pekerjaan kenapa kau menambah pekerjaan hyung lagi ha” Heechul membentak yesung yang hanya menunduk takut dan bahunya terlihat bergetar. Sepertinya dia hampir menangis.

” Mianhe hyung, sung-ie tidak bersalah. Shindong yang mulai duluan” bela yesung dengan menahan isakan yang hendak keluar dari bibirnya.

” akh..sudahlah!! besok hyung akan menyuruh bibi han untuk menemui gurumu di sekolah”

” tapi hyung, seonsaenim maunya hyung yang menemuinya bukan bibi han” bohong yesung, padahal gurunya hanya meminta walinya saja. yesung ingin heechul yang mengantarnya kesekolah.

” Hyung sedang banyak pekerjaan sung-ie..”

” Apakah pekerjaan itu lebih penting dari ku hiks..” kini yesung benar-benar tidak bisa lagi menahan sakit hatinya, yesung menangis.

” Tapi ini semua demi sung-ie juga, demi siwon Hyung, Hyung mencari uang untuk kita chagi..” Heechul melembut dan menghampiri dongsaeng ciliknya itu dan memeluknya.

” Hiks..uang lagi, uang lagi. kalau hyung mau uang sung-ie akan memberikan celengan sung-ie pada hyung asal hyung lebih mementingkan sung-ie dari pada pekerjaan jelek itu”

Heechul tertawa dan mencubit hidung mungil dongsaengnya itu ” Kau tau, besok hyung akan ada Kontrak Senilai satu juta dolar dan kalau hyung berhasil kita semua akan mendapatkan uang yang banyak..sung-ie bisa beli mainan yang banyak, beli ice cream beli apa saja yang sung-ie mau” Bujuk heechul membelai surai kelam yesung.

” Sung-ie tidak mau itu semua..Sung-ie mau hyung..hanya hyung! sung-ie tidak mau mainan. tidak mau ice cream. sung-ie mau hyung dan siwon hyung mau menemani sung-ie belajar, menemani sung-ie bermain seperti teman-teman sung-ie yang lain hiks”

” Huft…mengertilah chagi. ini semua tak semudah yang sung-ie fikirkan. nanti kalau sung-ie sudah dewasa pasti sung-ie mengerti”

Yesung menepis tangan heechul yang masih membelai kepalanya ” Sung-ie benci chullie hyung ” teriaknya lalu berlari keluar dari ruang kerja heechul dan langsung masuk kedalam kamarnya menangis sejadi-jadi yang ia bisa.

” hu…sung-ie benci chullie hyung…hu..” tangis namja cilik itu terdengar pilu ” hiks..satu juta dolar. apa siwon hyung punya satu juta dolar?? kalau punya sung-ie minta saja supaya besok chullie hyung bisa ikut kesekolah” namja cilik itu langsung beranjak ke kamar hyung keduanya.

Braakkk

” Hyung..sung-ie minta satu juta dolar!”

mendengar celetukan dongsaengnya siwon menautkan alisnya bingung ” Untuk apa uang sebanyak itu chagi??” siwon menggendong yesung dan memandang dongsaeng ciliknya itu heran.

” Untuk diberikan pada chullie hyung supaya besok chullie hyung bisa ikut kesekolah sung-ie” adu yesung membuat siwon semakin mengerutkan keningnya.

” Kau ini ada-ada saja eoh!! memangnya kenapa chullie hyung harus ikut sung-ie kesekolah dan apa hubungannya dengan satu juta dolar??”

” Sung-ie disuruh seonsaenim membawa wali karena tadi sung-ie berkelahi disekolah” adu yesung menundukkan kepalanya.

Siwon menaikkan sebelah alisnya ” Dongsaeng manis hyung bisa berkelahi juga eoh” Godanya mencolek dagi yesung.

” Sebenarnya sung-ie tidak bersalah hyung,  Shindong mendorong kyun-ie hingga sikutnya lecet ya sung-ie balas saja mendorongnya gantian lalu shindong jatuh dan lututnya berdarah. Seonsaenim tidak mau mendengar penjelasan sung-ie dan langsung menyuruh sung-ie membawa wali” adu yesung panjang lebar, siwon terlihat sedikitgeram mendengar penjelasan adiknya itu karena guru yesung seperti tidak adil hanya menghukum adik kesayangannya tidak menghukum shindong yang menjadi pemicu perkelahian mereka.

” Baiklah..besok hyung saja yang kesekolah sung-ie bagaimana??”

” Jinjja??? hyung mau kesekolah sung-ie??”

” Hem!!” Balas siwon semangat.

” wa…h! Gomawo hyung-ie” yesung jingkrak-jingkrak digendongan siwon.

Siwon tertawa melihat keceriaan dongsaeng ciliknya yang manja dan menggemaskan itu.

At Play Group.

” Silahkan masuk Siwon-sshi..ehm sebenarnya kami memanggil wali yesung agar menegur perbuatan nakalnya yang kemarin membuat temannya terluka, dan saya fikir akan ada orang dewasa yang akan menjadi walinya ternyata anda” ucap guru yesung dengan nada sedikit meremehkan.

” Kami tidak memiliki orang tua seonsaenim dan hyung tertua kami sedang sibuk jadi akulah yang menjadi wali adikku dan aku rasa itu bukan masalah” balas siwon santai dan datar.

” oh begitu”

” Iya dan saya juga ingin menegur cara mendidik siswa di palygrup ini”

guru yesung menaikkan sebelah alisnya bingung akan penuturan siwon ” Maksud anda??” ujarnya.

” Adikku hanya membela temannya hingga mendorong shindong karena shindong lebih dulu mendorong kyuhyun hingga sikutnya berdarah, tapi tanpa mendengar penjelasan dari adikku guru di palygrup ini langsung menghukumnya, bukankah seharusnya ditanyakan dulu pada anak-anak yang disana baru bisa ditentukan siapa saja yang bersalah bukan hanya menghukum satu orang saja” Jelas siwon panjang lebar tanpa perduli seonsaenim yang cengo tingkat dewa karena anak SMA seperti siwon bisa berbicara sebijak dan setenang itu.

” eh..i itu” Gugup seonsaenim yesung

” Pokoknya saya tidak mau tau apapun yang hendak anda katakan, jika anda tidak bisa mengatur guru-guru disini sebaiknya anda tutup saja PlayGrup tidak berguna ini. Jika anda tidak bertindak akan masalah ini saya jamin akan banyak orang tua yang akan mengeluarkan anak mereka dari Play Grup ini. saya mengenal banyak orang tua disini. banyak dari mereka merupakan sahabat orang tua saya dulunya” ancam siwon membuat seonsaenim yesung langsung pucat pasi dan tak mampu membalas perkataan siwon sama sekali ” Saya tunggu kabar dari anda sonsaenim, jangan anda fikir karena saya hanya murid SMA saya tidak bisa merealisasikan apa yang baru saya katakan pada anda, anyeong”

Siwon beranjak dari tempatnya duduk dan keluar dari ruang guru.

” Siwon-ie Hyung” tegur yesung menghampiri hyungnya yang baru keluar dari ruang guru.

Siwon menggendong yesung dan mencium pipi gempal dongsaeng nya itu gemas ” Semua sudah beres, hyung kembali kesekolah lagi ne, sung-ie jangan nakal ara!!”

” Ne, ” jawab yesung semangat.

Siwon menurunkan yesung dari gendongannya an pergi karena jam sudah hampir mendekati jam masuk sekolahnya. siwon tak mau sampai terlambat masuk sekolah.

:::

” Hyung Sung-ie mau tidur bersama hyung malam ini boleh tidak?? Hoam!” Yesung masuk kedalam kamar heechul dengan meneteng boneka kura-kuranya, matanya terlihat sayu dan berat. sepertinya namja cilik itu benar-benar mengantuk.

Heechul yang sedang terfokus pada laptopnya langsung mengalihkan perhatiannya pada yesung, menutup laptopnya tersenyum dan langsung memangku dongsaeng kecilnya tersebut.

” Dasar manja gumamnya mencubit pipi yesung, eh” yesung tersentak saat merasakan suhu tubuh dongsaengnya itu tak seperti biasanya, heechul menangkup pipi yesung lalu beralih ke keningnya ” kau demam chagi!” sambung heechul.

Yesung memeluk leher hyungnya dan menenggelamkan kepalanya didada heechul “kepala sung-ie juga pusing hyung” adunya manja.

“Aigo….bagaimana bisa chagi..Sung-ie main hujan-hujanan ya?” heechul memeluk yesung yang masih asik duduk dipangkuannya.

Yesung menggeleng lemah” aniya..bahkan hari ini tidak ada hujan hyung”

” Jadi kenapa bisa demam begini eoh?”

” Sung-ie tidak tau, seharian tadi sung-ie hanya bermain sepeda dengan wook-ie dan kyun-ie, Sung-ie yang menggoet sepeda dan mereka yang sung-ie bonceng dibelakang” adu yesung lagi dan semakin mengeratkan pelukannya pada hyung tersayangnya itu.

“Huft..ya sudah sung-ie tunggu disini, hyung ambilkan obat sebentar ne” heechul membaringkan yesung ditempat tidurnya menyelimuti dongsaeng kecilnya itu hingga sebatas dada.

Heechul mengaduk-aduk isi kotak P3k mencari obat demam untuk dongsaeng kecilnya, siwon yang hendak mengambil minum langsung menghampiri heechul dan menepuk pundak hyungnya itu pelan “Hyung mencari apa??”

“Eh siwon-ie. ini..hyung mencari obat demam untuk sung-ie!”

” Mwo..sung-ie demam??”

“Ne, sekarang dia ada dikamar hyung,”

” eh, aku kekamar hyung sekarang!!” siwon langsung bergegas kekamar heechul.

Heechul hanya menggeleng namun tersenyum karena dia tau siwon  begitu menyayangi dongsaeng kecil mereka itu! Setelah semua telah cukup heechul menyusul siwon kekamarnya dengan menenteng kotak obat dan se baskom air dingin untuk mengompres yesung yang tengah demam.

Saat masuk dilihatnya siwon sedang membelai surai kelam yesung yang sedang tertidur dengan gelisah dan dapat ditangkapnya raut kekhawatiran diwajah siwon. Heechul mendekati kedua dongsaeng kesayangannya itu dan meletakkan apa yang tadi dibawanya dimeja dan ikut naik keatas tempat tidur bersama siwon dan yesung.

” Hyung!!” Tegur siwon saat heecul meletakkan handuk yang sebelumnya telah direndamnya kekening yesung.

” Hem, wae siwon-ie??”  balas heechul lembut.

” Aku rasa kita terlalu sibuk hingga tidak terlalu menghiraukan yesung-ie beberapa waktu ini!”  sambung siwon membuat heechul menaikkan sebelah alisnya.

” Maksudmu apa siwon-ie??”

” Kemarin sung-ie meminta uang satu juta dollar padaku dan mengatakan supaya bisa membawa hyung kesekolahnya, aku jadi merasa bersalah padanya hyung. Mungkin sung-ie merasa kalau kita sama sekali tidak memiliki waktu untuknya”

Heechul terhenyak dan memandang Yesung yang masih tertidur gelisah disebelah siwon ” iya. kemarin dia memang meminta hyung untuk kesekolahnya dan hyung menyuruhnya pergi bersama bibi han karena hyung memang ada proyek senilai satu juta dolar. hyung sama sekali tidak menyangka itu akan menjadi beban fikirannya hingga meminta padamu!” 

” Yah memang kita terlalu sibuk sendiri belakangan ini hingga melupakan yesung-ie, padahal hanya kita yang dia butuhkan. aku menyesal hyung!”

” Kau benar, hanya kau dan dia yang hyung miliki, kalian berdua yang paling berharga  bagi hyung, Mianhe Hyung yang mengabaikan kalian” Heechul memeluk siwon erat.

” Ne hyung. bukankah appa dan eoma dulu berpesan kalau kita harus selalu mengutamakan yesung-ie dan kini kita melupakan itu, kalau appa dan eoma melihat kita seperti ini pasti mereka akan  bersedih”  balas siwon melepaskan pelukan heechul.

” Kau benar siwon-ie!! Hyung sudah melanggar janji. Hyung menyesal sudah mengabaikan kau dan yesung-ie hanya karena pekerjaan.”

” Hiks…Hyung-ie. Chullie hyung sung-ie mau diantar kesekolah!! hiks” Yesung mengigau dalam tidur gelisahnya.

Mendengar adiknya mengigau seperti itu heechul langsung membelai pipi yesung sayang berusaha menenangkan dongsaeng kecilnya yang tengah dilanda demam tersebut.

” Hiks..siwon-ie hyung. Tugas sung-ie belum selesai. Sung-ie ingin seperti wook-ie hiks..hiks..”

” Mianhe chagi..” Sesal siwon ” Setelah ini hyung berjanji akan menemanimu belajar setiap hari. cepat sembuh ne -chu- ” siwon menggenggam dan mencium telapak tangan dongsaengnya itu sayang ” Hyung kita tidur bertiga disini tidak apa-apa kan?? aku ingin bersama yesung-ie malam ini”

” Tentu saja..sudah lama juga kita tidak tidur bersama” balas heechul semangat.

Dan jadilah mereka tidur bertiga dengan menghimpit yesung ditengah-tengah mereka.

:::
Yesung mengerjabkan matanya saat dirasanya bias matahari mulai masuk kedalam kamar, yesung terkejut saat mengetahui kalau kini dia dihimpit oleh kedua hyung tersayangnya namun sesaat senyum cerah kembali kebibir mungilnya, Hyungnya sudah kembali fikirnya ceria.

Saat matanya menangkap jam weker yang terletak dinakas sebelah tempat tidur heechul dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Yesung tak ingin kebersamaan ini berakhir begitu saja. diambilnya jam weker laknat itu dan diputarnya ke angka jam lima pagi..ckckck anak nakal.

Setelah selesai dengan pekerjaannya yesung kembali keposisinya semula dan meletakkan kedua tangan hyungnya diatas perutnya. Yesung benar-benar merindukan kebersamaan seperti ini.

” Sung-ie menyayangi Chullie hyung dan siwon-ie hyung” Gumamnya lalu melanjutkan lagi tidurnya dengan senyuman yang tak lekang dari bibir mungilnya.

~TBC/ Delete~

Kya..kya…ini apa???? Gak tau deh ini apaan.

Advertisements

About septiaahmad

aku selalu berimajinasi yang tak jelas, menggambarkan sesuatu yang tak nyata, membuat impian seolah nyata, tanpa perduli sakitnya saat mimpi tak tergapai
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Yesung Chibi Fanfiction

  1. Lee ani says:

    Kyaaa yesungie emang anak paling unyu”…itu kjadian d plagroup sama persis dngan yg saya alami d skolh adik saya….smangat ne author,keren

  2. Michi says:

    wah… bagus critanya. ngebayangin Yesung kecil jd senyum2 sndiri… pasti ngegemesin…
    hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s